Muslimah Harus Tahu! Ini Dia Cara Menghindari Ghibah

  • Bagikan
cara muslimah menghindari ghibah-Santriz.com
agar muslimah terhindar ghibah

Sebagai orang yang sosial, secara alami seorang manusia berkumpul dan berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Namun, mereka seringkali tenggelam dalam keasyikan mengobrol dengan teman-temannya, justru membicarakan hal-hal buruk tentang orang lain. Orang biasa menyebutnya gosip, tapi dalam Islam disebut ghibah. Sekalipun begitu, ada cara menghindari ghibah agar tidak mendarah daging.

Ghibah sendiri adalah kebiasaan berbicara buruk tentang orang lain atau bergosip tentang perilaku orang lain. Ghibah merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan termasuk dalam tindak pidana berat. Meski begitu, banyak orang yang tidak menyadari hal ini, bahkan menganggap ghibah adalah sebuah kebiasaan.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa perilaku ghibah seringkali ditemukan oleh perkumpulan wanita-wanita apabila mereka sedang bercengkerama satu sama lain. Namun hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan ghibah juga dilakukan oleh orang laki-laki.

Baca juga: Inilah Tanda Wanita yang Siap Menikah

Sebaiknya, para wanita sebelum menjadi orang yang berkarakter tukang gosip alias ghibah, selalu mengingat peringatan Allah SWT dalam QS. Al-Hujuraat: 12 yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Ada hal-hal yang perlu dilakukan oleh seseorang terutama wanita agar perlakuan keji seperti ghibah tidak sampai membentuk karakter hingga menjadi kebiasaan.

Berkumpul dengan Orang-orang Saleh

Pergaulan memang memberikan dampak besar bagi kehidupan seseorang. Agar dapat menghindari perlakuan-perlakuan negatif, sebaiknya kita menentukan dengan siapa kita bergaul. Pergaulan kita menentukan perlakuan kita.

Menjaga Lisan

Seseorang sering meng-ghibah karena dia tidak bisa menjaga perkataannya demi tidak berbicara hal-hal yang buruk. Jika sudah tahu apa yang dikatakannya adalah hal buruk, maka alangkah baiknya tidak kita katakan. Lebih baik kita berbicara hal-hal yang baik nan positif.

Sadar Bahwa Ghibah Adalah Perbuatan Jelek

Sebagaimana yang telah tertera dalam ayat al-Quran di atas (QS. Al-Hujuraat: 12), ghibah adalah perbuatan tercela yang dilarang oleh Allah SWT. Agar seseorang tidak terjebak ke dalam perbuatan ghibah, ia harus sadar betul bahwa hal itu memang dilarang oleh-Nya

Intropeksi Diri

Sebelum terlena ghibah saat berkumpul dan bercengkerama bersama teman-teman saat di tongkrongan, sebaiknya kita selalu muhasabah (intropeski diri) hingga kita tidak sampai mengarah pada membicarakan orang lain. Merasa diri masih tidak luput dari kesalahan dan dosan dapat menghindarkan kita menggosip orang. Kita saja masih ada kekurangan dan dosa, masa iya mau membicarakan orang lain?

Membicarakan Kebaikan Orang Lain, Bukan Sebaliknya

Ubah tipe obrolan kita yang selalu membicarakan keburukan orang. Daripada membicarakan keburukannya, arahkan menjadi obrolan yang menjurus pada kebaikan yang pernah orang lain lakukan. Ceritakan kebaikan tersebut pada teman nongkrongmu, maka suasana topik pembicaraan pada saat kumpul bersama akan menjadi membicarakan kebaikan orang lain.

Saling Mengingatkan Satu Sama Lain

Tatkala ada salah satu teman yang baik disengaja atau tidak sedang membicarakan keburukan seseorang, tegurlah dia supaya segera menghentikan pembicaraan. Bisa dengan cara menegur secara langsung atau sekadar menyindir. Hal itu lebih membekas pada teman kita agar tahu cara menghindari ghibah.

Memperbanyak Baca Istighfar

Sejatinya, tidak hanya agar terhindar dari ghibah, selalu beristighfar kepada Allah SWT adalah rutinitas yang harus dilakukan oleh semua orang setiap hari. Dari sekian banyak perbuatan kita dalam sehari, pasti mengandung dosa baik disengaja atau tidak. Oleh karena itu, membaca istighfar adalah keniscayaan dan urgen untuk selalu dilakukan secara terus menerus dan jitu sekali sebagai cara menghindari ghibah.

  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *